Archive for #kuliah

Sheeting Joint dan Kekar

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Sheeting Joint?

Jawab:

Sheeting joint adalah lembaran sendi struktural dimana manifestasi dari interaksi antara topografi permukaan dan tekanan di dekat permukaan. Lembaran sendi diperkirakan akan terbuka di dimensi dua lembah dan punggung bukit di mana ketidaksamaan berikut ini berlaku: Pk> ρg cosβ, di mana P adalah tegangan normal sejajar dengan garis jatuh lereng, k adalah kelengkungan lereng, ρ adalah batu kerapatan, g adalah percepatan gravitasi, dan β adalah sudut kemiringan. Prediksi ini, berdasarkan persamaan diferensial keseimbangan, mengasumsikan bahwa sendi lembaran yang terbuka untuk menanggapi dekat-permukaan tegangan tarik ke permukaan normal dan mengharuskan sisi kiri ketidaksamaan positif untuk lereng yang tidak menggantung. Lembaran sendi terutama umum di sepanjang pegunungan dan kubah-kubah (yaitu, lereng cembung di mana k adalah negatif) di mana tegangan kompresi pada urutan -10 MPA (yaitu, P <0). Pengamatan ini konsisten dengan prediksi dari ketidaksetaraan. Lembaran sendi juga telah diamati Namun, di lereng cekung (misalnya, lembah dengan keseluruhan kelengkungan negatif) di mana permukaan-paralel tegangan normal adalah kompresi, dalam kontradiksi yang nyata terhadap prediksi.

… continue reading this entry.

Pengertian dan Karakteristik Magnet

1. Diagmagnetik

Pengertian :

–          Diamagnetisme adalah sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai medan magnet. Sifat ini menyebabkan efek tolak menolak. Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang kuat. … continue reading this entry.

Perbedaan Peraturan Pertambangan Lama Dan Baru

No UNDANG-UNDANG NO. 11 TH 1967 UNDANG-UNDANG NO. 4 TAHUN 2009
1 – Kekayaan Tambang disebut bahan galian- Penguasaan bahan galian diselenggarakan pemerintah (pasal 1) –    Kekayaan tambang disebut Mineral dan Batubara- Dikuasai negara, diselenggarakan oleh pemerintah dan /atau pemerintah daerah (pasal 4)- Pemerintah dan DPR menetapkan kebijakan pengutamaan mineral dan Batubara untuk kepentingan nasional – Pemerintah berwenang menetapkan produksi setiap pro-vinsi untuk mengendalikan produksi dan ekspor (pasal 5)
2  Penggolongan Bahan Galian- Strategis (golongan A)- Vital (golongan B) – Non Strategis dan Non Vital (golongan C) Penggolongan Usaha Pertambangan:- Pertambangan Mineral- Pertambangan Batubara Penggolongan komoditas tambang terdiri dari
– Mineral radio aktif
– Mineral logam
– Mineral bukan logam
–Batuan
– Batubara
3 Kewenangan Pengelolaan- Bahan galian strategis dan vital oleh Menteri- Bahan galian non strategis dan vital oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Kewenangan Pengelolaan- Kebijakan dan pengelolaan skup nasional oleh Pemerintah, ada 21 kewenangan (pasal 6)- Kebijakan dan pengelolaan skup wilayah provinsi oleh Pemerintah Provinsi, ada 14 kewenangan (pasal 7) – Kebijakan dan pengelolaan skup kabupaten/kota oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, ada 12 kewenangan (pasal 8) … continue reading this entry.

Nilai Kimia Mahasiswa Pertambangan 2012

Ternyata nilai mereka lebih hancur daripda nilai waktu angkatanku -_-

nilai prodi tambang 2012